Tuesday, November 20, 2012

Latihan Cepat Fasih Bahasa Inggris


Banyak yang bilang bahasa inggris itu susah, terutama masalah pronounciation-nya (cara pengucapan yang baik dan benar). Walaupun kita mengerti artinya, tetapi orang lain yang kita ajak sebagai lawan bicara belum tentu mengerti maksud dari ucapan kita. Padahal huruf-huruf yang dipakai dalam bahasa Inggris ini sama dengan bahasa Indonesia, yaitu huruf latin; tidak seperti bahasa Arab yang memiliki huruf Arab, bahasa Jepang yang memiliki huruf kanji, bahasa Thailand yang hurufnya hampir sama dengan bahasa sansekerta yang banyak dikenal di wilayah Jawa di Jaman dahulu kala, dan masih banyak lagi huruf-huruf yang berbeda lainnya. Namun cara pengucapan dalam membaca kata-kata dalam bahasa inggris berbeda dengan  bahasa indonesia. Untuk mengatasi hal ini belajar melalui musik dengan ikut bernyanyi seperti orang gila walaupun nggak ngerti artinya, nonton film-film barat tanpa teks Indonesia, atau film korea, jepang, pokoknya selain yang menggunakan bahasa inggris tetapi ada terjemahan teks bahasa inggrisnya juga bisa membantu kita untuk latihan pronounciation sekaligus menambah perbendaharaan kosakata bahasa inggris kita. Salah satunya juga bisa latihan membaca dari kalimat-kalimat berikut ini:


She sells sea shells by the seashore.
I saw Susie sitting in a shoe shine shop.

How much wood would a woodchuck chuck if a woodchuck could chuck wood?

Don’t turn on the night light on the night like tonight.

Betty Botta bought a butter, but the butter that Betty Botta bought is bitter, so Betty Botta bought a butter, to make the butter that Betty Botta bought better.

Peter Piper picked a pack of pickled pepper, a pack of pickled pepper Peter Piper picked. If Peter Piper picked a pack of pickled pepper, where is the pack of pickled pepper Peter Piper picked?

The sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick.

Dari juragan Lemonedstardust: Three Swedish switch witches, three Swiss Swatch watches switch. Which Swedish switches witch watch, which Swiss Swatch watch switches?

Note:
kalimat-kalimat yang udah bikin pegel lidah tadi dikutip dari bukunya ‘Diday Tea’ yang berjudul ‘Oase Kehidupan dari Padang Pasir’. Buku ini sangat menginspirasi saya untuk menulis dan memberi suntikan semangat kalau saya lagi down. *Makasih ya Bapak Diday Tea… :)

Selamat latihan guys… :)

Wednesday, August 15, 2012

BRYOPHYTE #1: Teknik Sederhana Koleksi Lumut


Aku akan berbagi pengalaman mengenai teknik koleksi lumut. Pasti akan timbul pertanyaan, kenapa lumut? Jawabannya, “Yaa.. karena ini adalah salah satu keahlian yang aku dapat selama kuliah (itu juga karena harus mengerjakan skripsi) dan mengikuti beberapa kali pelatihan. Sedikit flashback apa yang telah kujalani, di tahun 2009 aku pernah menjadi peserta dalam Regional Training Course on Biodiversity and Conservation of Bryophytes and Lichens yang diadakan oleh SEAMEO BIOTROP. Kemudian masih di tahun yang sama aku menjadi asisten tutor dalam Magang Teknik Koleksi dan Identifikasi Lumut yang diadakan oleh IPB. Dan di tahun 2010, aku lulus sebagai sarjana sains dengan judul skripsi Lumut Terestrial dan Ganggang Asosiasinya di Kebun Raya Bogor.

Lumut merupakan tumbuhan yang tidak berpembuluh. Berdasarkan taksonominya, lumut termasuk kedalam tiga divisi, diantaranya lumut hati (divisi Marchantiophyta), lumut sejati (divisi Bryophyta), dan lumut tanduk (divisi Anthocerotophyta). Lumut dapat hidup pada berbagai substrat terestrial seperti tanah, batu, dan kayu lapuk, atau pada substrat arboreal, seperti batang dan ranting pohon.
                                                                            
Lumut sejati (Bryophyta)
Lumut hati (Marchantiophyta)
Lumut tanduk (Anthocerotophyta)

Alat dan bahan yang diperlukan untuk koleksi lumut:
1. Amplop dari kertas bekas
2. Pisau/kape/cutter
3. Hand lens, untuk mengidentifikasi lumut di lapangan (setidaknya tau divisi atau familinya)
 
Cara pengambilan sampel tumbuhannya sebagai berikut:

  1. Lumut diambil dengan mnggunakan pisau atau kape.
  2. Kemudian dimasukkan / disimpan dalam amplop kertas, Jangan lupa untuk menuliskan keterangan pada amplopnya (tanggal, lokasi, nama & no. kolektor, nama jenis/divisi, substrat)
  3. Sampel lumut yang sudah tersimpan dalam amplop ini dapat juga disimpan sebagai spesimen herbarium pada suhu 20 – 25 oC.
  4. Namun untuk menjadi sampel herbarium keterangan suatu jenis lumut harus lengkap. Keterangan yang dibutuhkan meliputi tanggal dan lokasi pengambilan sampel, substrat tempat tumbuhnya, nama jenis, serta nama / inisisal dan nomor kolektornya.
Oke..ini adalah sekilas info cara-cara pengambilan koleksi lumut yang sangat sederhana. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca.

Note: 
Gambar ilustrasi cara pengambilan sampel lumut created by Ng Aik Min, temanku yang berprofesi sebagai design researcher di National University of Singapore (thank you so much Yimin.. \(*v*)/ ).

Monday, August 13, 2012

Dear My Blog..

Dear my blog..
Ini pertama kali aku menulis blog. Sebenarnya sudah dua bulan yang lalu aku membuat blog ini, tapi baru sekarang aku memulai untuk menekan huruf-huruf pada keyboard laptop agar menjadi suatu kumpulan kalimat yang dapat dibaca orang. Melalui media ini aku belajar menulis, mencoba menulis apa yang aku pikirkan dan memikirkan apa yang akan kutulis, sambil berbagi apa yang sudah aku dapatkan selama ini, baik proses pembelajaran maupun pengalaman-pengalamanku. Semoga blog-ku ini bisa bermanfaat bagi semua yang membacanya. So, enjoy your life and do everything that you love!  :)