Aku
akan berbagi pengalaman mengenai teknik koleksi lumut. Pasti akan timbul
pertanyaan, kenapa lumut? Jawabannya, “Yaa.. karena ini adalah salah satu
keahlian yang aku dapat selama kuliah (itu juga karena harus mengerjakan
skripsi) dan mengikuti beberapa kali pelatihan. Sedikit flashback apa yang
telah kujalani, di tahun 2009 aku pernah menjadi peserta dalam Regional
Training Course on Biodiversity and Conservation of Bryophytes and Lichens yang
diadakan oleh SEAMEO BIOTROP. Kemudian masih di tahun yang sama aku menjadi
asisten tutor dalam Magang Teknik Koleksi dan Identifikasi Lumut yang diadakan
oleh IPB. Dan di tahun 2010, aku lulus sebagai sarjana sains dengan judul
skripsi Lumut Terestrial dan Ganggang Asosiasinya di Kebun Raya Bogor.
Lumut merupakan tumbuhan yang tidak berpembuluh. Berdasarkan taksonominya, lumut termasuk kedalam tiga divisi, diantaranya lumut hati (divisi Marchantiophyta), lumut sejati (divisi Bryophyta), dan lumut tanduk (divisi Anthocerotophyta). Lumut dapat hidup pada berbagai substrat terestrial seperti tanah, batu, dan kayu lapuk, atau pada substrat arboreal, seperti batang dan ranting pohon.
![]() |
| Lumut sejati (Bryophyta) |
![]() |
| Lumut hati (Marchantiophyta) |
![]() |
| Lumut tanduk (Anthocerotophyta) |
1. Amplop dari kertas bekas
2. Pisau/kape/cutter
3. Hand lens, untuk mengidentifikasi lumut di lapangan
(setidaknya tau divisi atau familinya)
Cara
pengambilan sampel tumbuhannya sebagai berikut:
- Lumut diambil dengan mnggunakan pisau atau kape.
- Kemudian dimasukkan / disimpan dalam amplop kertas, Jangan lupa untuk menuliskan keterangan pada amplopnya (tanggal, lokasi, nama & no. kolektor, nama jenis/divisi, substrat)
- Sampel lumut yang sudah tersimpan dalam amplop ini dapat juga disimpan sebagai spesimen herbarium pada suhu 20 – 25 oC.
- Namun untuk menjadi sampel herbarium keterangan suatu jenis lumut harus lengkap. Keterangan yang dibutuhkan meliputi tanggal dan lokasi pengambilan sampel, substrat tempat tumbuhnya, nama jenis, serta nama / inisisal dan nomor kolektornya.
Oke..ini adalah sekilas info cara-cara pengambilan koleksi lumut
yang sangat sederhana. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca.
Note:
Gambar ilustrasi cara pengambilan sampel lumut
created by Ng Aik Min, temanku yang berprofesi sebagai design researcher di
National University of Singapore (thank you so much Yimin.. \(*v*)/ ).




Wow.....wonderful. Keren kak Indah. Coba dari dulu, hehehee
ReplyDeleteHehe.. makasii..
Deleteiya niih soalnya baru ada semangat buat bikin blog (dari dulu keman aja ya?)
Thanks ya support nya..