Fenologi
merupakan salah satu parameter kualitatif komunitas tumbuhan. Definisi dari
fenologi adalah ilmu tentang periode fase-fase yang terjadi secara alami pada
tumbuhan. Dengan kata lain mempelajari tanggal dan waktu dari aktivitas
tumbuhan, yaitu perkecambahan, gugur daun, waktu pembungaan, pembuahan dan
penyebaran biji. Bentuk dari tumbuhan berubah-ubah sesuai dengan umurnya,
sehingga jenis yang sama dengan tingkat umur yang berbeda akan membentuk
struktur komunitas yang berbeda. Jenis yang berbeda pasti memiliki fenologi
yang berbeda, sehingga keragaman jenis dalam suatu komunitas akan menentukan
struktur komunitas tersebut. Contohnya yaitu adanya variasi struktur dan
komposisi pada 54 jenis pohon yang merupakan vegetasi hulu DAS Cianjur, Taman
Nasional Gunung Gede Pangrango. Arrijani et.al.
2010 mengemukakan bahwa ke-54 jenis pohon di lokasi penelitian tersebut
memiliki hasil perhitungan kerapatan dan frekuensi atau pola distribusi setiap
jenis yang berbeda-beda karena adanya perbedaan karakter masing-masing pohon.
Contoh lainnya adalah di hutan hujan tropika dimana tidak ada fluktuasi
musiman, beberapa jenis pohon menghasilkan buah dan bunga pada interval waktu
yang teratur. Berlangsungnya fase-fase yang bersangkutan sangat dipengaruhi
oleh lingkungan sekitar, seperti lamanya penyinaran, suhu dan kelembaban udara.
Misalnya fenologi perbungaan beberapa jenis anggrek, agar bunganya segera
mekar, harus mendapatkan stimulasi udara panas dan atau dingin, tergantung
jenis anggrek tersebut.
Penelitian Kamal (2003) dalam
fenologi Mangrove, mengemukakan bahwa
informasi tentang fenologi
mangrove secara
berkesinambungan dan dalam jangka waktu yang panjang adalah sangat bermanfaat untuk
menjawab beberapa masalah yang
terjadi pada hutan mangrove, seperti
kapan jenis tumbuhan pada
hutan mangrove menghasilkan bunga,
buah dan propagul, sehingga dapat ditentukan suatu
kebijakan yang menyeluruh pada
hutan bakau di suatu
kawasan tertentu sehingga dapat diketahui keadaan
regenerasi alami ke depannya,
selain itu juga
sangat diperlukan guna menjawab
kerusakan hutan bakau oleh
adanya pertambahan penduduk, penerokaan lahan perkebunan (land clearing),
perpindahan penduduk
(transmigrasi), penebangan pohon bagi pembuatan kapal, bahan
konstruksi bangunan dan aktivitas pengalihan fungsi hutan
bakau untuk pertambakan
di kawasan pesisir. Berikut ini merupakan waktu dan siklus fenologi
tumbuhan Bakau menurut jenis di Pulau Unggas Air Bangis Pasaman, Indonesia
(Kamal 2003).