Showing posts with label EKOLOGI. Show all posts
Showing posts with label EKOLOGI. Show all posts

Thursday, March 16, 2017

EKOLOGI #2: Fenologi


Fenologi merupakan salah satu parameter kualitatif komunitas tumbuhan. Definisi dari fenologi adalah ilmu tentang periode fase-fase yang terjadi secara alami pada tumbuhan. Dengan kata lain mempelajari tanggal dan waktu dari aktivitas tumbuhan, yaitu perkecambahan, gugur daun, waktu pembungaan, pembuahan dan penyebaran biji. Bentuk dari tumbuhan berubah-ubah sesuai dengan umurnya, sehingga jenis yang sama dengan tingkat umur yang berbeda akan membentuk struktur komunitas yang berbeda. Jenis yang berbeda pasti memiliki fenologi yang berbeda, sehingga keragaman jenis dalam suatu komunitas akan menentukan struktur komunitas tersebut. Contohnya yaitu adanya variasi struktur dan komposisi pada 54 jenis pohon yang merupakan vegetasi hulu DAS Cianjur, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Arrijani et.al. 2010 mengemukakan bahwa ke-54 jenis pohon di lokasi penelitian tersebut memiliki hasil perhitungan kerapatan dan frekuensi atau pola distribusi setiap jenis yang berbeda-beda karena adanya perbedaan karakter masing-masing pohon. Contoh lainnya adalah di hutan hujan tropika dimana tidak ada fluktuasi musiman, beberapa jenis pohon menghasilkan buah dan bunga pada interval waktu yang teratur. Berlangsungnya fase-fase yang bersangkutan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, seperti lamanya penyinaran, suhu dan kelembaban udara. Misalnya fenologi perbungaan beberapa jenis anggrek, agar bunganya segera mekar, harus mendapatkan stimulasi udara panas dan atau dingin, tergantung jenis anggrek tersebut.


Penelitian Kamal (2003) dalam fenologi Mangrove, mengemukakan bahwa  informasi  tentang  fenologi  mangrove secara  berkesinambungan  dan  dalam jangka waktu  yang panjang adalah sangat bermanfaat  untuk  menjawab  beberapa masalah  yang  terjadi  pada  hutan mangrove, seperti  kapan  jenis tumbuhan  pada  hutan  mangrove menghasilkan  bunga, buah dan propagul, sehingga dapat ditentukan suatu kebijakan yang  menyeluruh pada  hutan bakau  di suatu  kawasan tertentu  sehingga dapat diketahui  keadaan  regenerasi alami  ke depannya,  selain  itu  juga  sangat diperlukan guna menjawab kerusakan hutan bakau oleh adanya pertambahan penduduk, penerokaan lahan perkebunan (land clearing), perpindahan penduduk (transmigrasi), penebangan pohon bagi pembuatan  kapal,  bahan  konstruksi bangunan dan aktivitas pengalihan fungsi hutan  bakau  untuk  pertambakan di kawasan pesisir. Berikut ini merupakan waktu dan siklus fenologi tumbuhan Bakau menurut jenis di Pulau Unggas Air Bangis Pasaman, Indonesia (Kamal 2003).