Banyak yang bilang bahasa inggris itu susah, terutama masalah pronounciation-nya (cara pengucapan yang baik dan benar). Walaupun kita mengerti artinya, tetapi orang lain yang kita ajak sebagai lawan bicara belum tentu mengerti maksud dari ucapan kita. Padahal huruf-huruf yang dipakai dalam bahasa Inggris ini sama dengan bahasa Indonesia, yaitu huruf latin; tidak seperti bahasa Arab yang memiliki huruf Arab, bahasa Jepang yang memiliki huruf kanji, bahasa Thailand yang hurufnya hampir sama dengan bahasa sansekerta yang banyak dikenal di wilayah Jawa di Jaman dahulu kala, dan masih banyak lagi huruf-huruf yang berbeda lainnya. Namun cara pengucapan dalam membaca kata-kata dalam bahasa inggris berbeda dengan bahasa indonesia. Untuk mengatasi hal ini belajar melalui musik dengan ikut bernyanyi seperti orang gila walaupun nggak ngerti artinya, nonton film-film barat tanpa teks Indonesia, atau film korea, jepang, pokoknya selain yang menggunakan bahasa inggris tetapi ada terjemahan teks bahasa inggrisnya juga bisa membantu kita untuk latihan pronounciation sekaligus menambah perbendaharaan kosakata bahasa inggris kita. Salah satunya juga bisa latihan membaca dari kalimat-kalimat berikut ini:
She sells sea shells by the seashore.
I saw Susie sitting in a shoe shine shop.
How much wood would a woodchuck chuck if a woodchuck could chuck wood?
Don’t turn on the night light on the night like tonight.
Betty Botta bought a butter, but the butter that Betty Botta bought is
bitter, so Betty Botta bought a butter, to make the butter that Betty Botta
bought better.
Peter Piper picked a pack of pickled pepper, a pack of pickled pepper
Peter Piper picked. If Peter Piper picked a pack of pickled pepper, where is
the pack of pickled pepper Peter Piper picked?
The sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick.
Dari juragan Lemonedstardust: Three Swedish switch witches, three Swiss
Swatch watches switch. Which Swedish switches witch watch, which Swiss Swatch
watch switches?
Note:
kalimat-kalimat yang udah bikin pegel lidah
tadi dikutip dari bukunya ‘Diday Tea’ yang berjudul ‘Oase Kehidupan dari Padang
Pasir’. Buku ini sangat menginspirasi saya untuk menulis dan memberi suntikan
semangat kalau saya lagi down.
*Makasih ya Bapak Diday Tea… :)
Selamat latihan guys… :)